LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rabu, 06 Februari 2013

Traveling All Around Paris


1.  

TEMPAT WISATA DI PARIS, PERANCIS







1   -  Menara Eiffel (Eiffel Tower)
Dibangun antara 1887 dan 1889, walau menara ini dibangun untuk perayaan seabad revolusi Perancis, namun pembangunannya sendiri banyak mendapat kritikan dari seluruh rakyat  Perancis kala itu. Para seniman menilai Eiffel tidak memiliki sisi keindahan, sedang para arsitektur berpendapat pada kekuatan untuk menahan angin pada strukturnya. Meski begitu, ikon Perancis ini tetap dikunjungi oleh jutaan wisatawan setiap tahun. Mungkin lebih banyak orang yang ingin melihat keindahan Paris pada ketinggian 275 meter lewat Dek Observasi, salah satunya Tom Cruise yang melamar Katie Holmes di restoran yang terkenal akan keromantisannya.


-  Champ Elysee
Menjadi salah satu kawasan elit di Paris yang digunakan sebagai tempat wisata. Di sini agan akan menemukan etalase berisi barang dan parfum ternama, selain cafe-cafe mahal yang berjejer di sepanjang jalan. Kenyamanan pedestrian juga terjamin, mengingat lebarnya bagian trotoar di sini. Dulunya, bilangan ini pernah digunakan tentara Sekutu untuk berpawai merayakan kemenangan pada PD II.



- Arch de Triomphe
Di ujung lain Champ Elysee, tempat wisata yang akan agan temukan adalah bangunan menyerupai gapura besar. Arch de Triomphe dibangun Napoleon pada 1806 sebagai simbol kemenangan Perancis. Sayangnya, "Si Pendek" Napoleon keburu digulingkan sebelum bangunan ini rampung didirikan.



           - Place De La Concorde
Lain lagi dengan cerita Place de la Concorde . Tempat wisata yang merupakan alun-alun terluas di Paris ini, dibangun pada 1755 di lahan seluas 86.400 meter. Ciri khas tempat ini adalah monumen dan air mancur. Dulunya, kaum bangsawan tertawa-tawa sambil menonton eksekusi terbuka para penjahat hingga penentang kerajaan. Pasca Revolusi Perancis, ganti wajah-wajah para borjuis itu yang murung menghadapi eksekusi. Nama tempat wisata ini sendiri berubah beberapa kali. Dimulai dari "Place Louis XV", "Place de la Révolution", dan terakhir "Place de la Concorde" sebagai simbol rekonsiliasi.

    
      - Musee De Louvre
Museum Louvre merupakan salah satu museum seni terbesar di seluruh dunia. Jika anda tidak menyukai seni, tetapi ingin memenuhi rasa ingin tahu anda akan lukisan Monalisa (di Paris disebut "la joconde"), atau mungkin tertarik karena buku "The da vinci Code", anda tetap harus masuk ke museum ini. Dahulu gedung yang dijadikan museum Louvre adalah istana (Palais de Louvre) yang dibangun tahun 1190 dan mengalami tahap penyelesaian menjadi seperti gedung yang terlihat saat ini di tahun 1870. Dan tahun 1989 arsitektur Amerika asal China, I.M Pei membuat piramida kaca yang dijadikan salah satu dari 3 pintu masuk.
Untuk bisa menikmati Museum yang memamerkan lebih dari 35000 obyek seni dari jaman pra-sejarah hingga abad ke-19 ini, anda harus datang pagi-pagi sekitar jam 09.00 karena antrian yang panjang, dan anda pasti tidak akan menyia-nyiakan uang 9 euro anda setelah membayar tiket masuk.

     
      - Seine River
Sungai Seine adalah salah satu tempat romantis di kota penuh cinta, Paris. Dengan pedestrian di sepanjang tepian sungai, Menara Eiffel, dan Jembatan Concorde yang  dibangun pada masa revolusi Perancis menambah kesan romantis Sungai Seine. Sungai Seine adalah sebuah sungai utama di Perancis bagian barat laut, sungai ini merupakan salah satu jalur lalu lintas air komersial dan juga menjadi sebuah tujuan wisata khususnya bagian yang terletak dalam kota Paris. Namanya berasal dari kata Sequanus dalam bahasa Latin. Sungai ini membelah kota Paris menjadi dua bagian yang dalam bahasa Perancis disebut dengan istilah la rive droite ("tepi kanan") dan la rive gauche ("tepi kiri"). Yang dimaksud dengan tepi kanan adalah Paris Utara dan tepi kiri adalah Paris Selatan. Paris Utara lebih makmur daripada Paris Selatan.





 Factory Outlet in Paris, belanja barang ber-merk setengah harga

Paris, adalah kota tujuan wisata no. 1 di dunia, tiap orang yang ke Eropa rasanya pengen mampir ke Paris, kalau ngga rasanya belum ke Eropa. Selain tempat tujuan wisata, Paris juga merupakan tempat untuk shopping, karena memang Paris juga menjadi saah satu pusat mode di Dunia. Jadi ngga heran kalau banyak Butik-butik di Paris. Buat orang yang berduit, harga berapapun pasti di beli, coba aja sepanjang jalan Champs Elysee, baik di kanan dan di kiri penuh toko barang dengan merek terkenal, kayak Luis Vitton, Mont Blanc, Hugo Boss, Cartier, dan banyak lagi.

Kalau mengikuti hawa nafsu, barang-barang bagus itu pengennya sich di beli, tapi gitu ngeliat harganya wowww, yaa tapi kalau uang bukan masalah silahkan berbelanja disini, Orang dari Indonesia memang terkenal royal untuk berbelanja, sampai di salah satu gallery terbesar di Paris untuk Shopping mereke hire orang Indonesia, karena saking banyaknya orang Indonesia yang berbelanja di Galery Lafayette.

Orang di Paris kalau belanja ada waktu-waktunya, kebanyakan dari mereka menunggu sale atau soldes, ini biasanya dua kali dalam setahun, yaitu musim panas dan musim dingin. Soldes musim panas baru aja selesai minggu lalu. Memang kalau kebetulan lagi Soldes barang-barang bagus di jual dengan discount yang menarik, soldes disini di bagi 3 session, session awal discount mulai 20%, session kedua biasanya 2 minggu sesudahnya discount mulai 30%-40% nah di session terakhir 50%-70%, tapi pada session ke dua biasanya barang yang bagus sudah habis duluan, jadi harus cepet.

Selain menunggu soldes untuk mendapatkan barang bagus dan murah ada cara lain, yaitu dengan berbelanja di Factory Outlet. Factory outlet disini beda dengan yang ada di Jakarta atau Bandung. FO disini hanya menjual barang-barang ber-merek dan bukan barang bekas import, tapi barang yang memang tidak laku pada tahun sebelumnya atau musim sebelumnya, jadi kwalitasnya sama persis dengan yang jual hanya agak sedikit out of date.

Ada dua tempat FO yang bisa saya rekomendasikan untuk berbelanja di Paris, yang pertama adalah La Valle Vilage di daerah Val d'europe, Ini sudah di luar Paris, tapi bukan berarti tidak mudah di jangkau, Ini dapat dengan mudah di jangkau dengan menggunakan kereta Api, dari Paris bisa naik RER A dengan jurusan Parc Disneyland atau Disneyland Park, dan berhenti di statiun Val D'Europe atau satu stasiun sebelum Disneyland. Factory outlet ini buka setiap hari dari jam 10.00 pagi sampai jam 20.00 Malam. Kalau anda kesini ada sedikit trick untuk mengetahui factory outlet ini, begitu keluar dari stasiun Val D'europe anda langsung masuk ke dalam Centre commerciel atau Mall, ini seperti kebanyakan Mall di Jakarta, tapi FO bukan di sini, jadi anda bisa jalan terus di dalam mall sampai bagian paling ujung, kemudian nanti akan ketemu dengan food court dan, seteleah ketemu food court anda terus saja dan barulah memasuki kawasan FO. konsep toko disini cukup menarik karena setiap brand memiliki toko sendiri bergaya rumah modern.

Factory Outlet yang satu masih berada di dalam Paris namanya Marques Aveneu, Untuk mencari tempat ini ngga terlalu sulit, tapi kalau anda baru pertama kali ke Paris jangan lupa untuk membawa peta Paris dan juga peta bus dan Metro, Jadi dari Paris anda harus naik Metro No. 13 jurusan Saint Denis, dan berhenti di stasiun Marie de Saint Queen. Terus dari sini anda coba cari restoran Quick, dan terus menyebrang dari restoran Quick. Anda bisa Naik Bus No. 166 atau No. 137 Jurusan Colombes, dan anda harus turun di bus stop Marcel Paul, atau halte bus ke empat dari tempat halte bus anda. Dari sini nanti ada keliatan Plang Marques Aveneu, jalan kaki kurang lebih 900 meter. Atau anda bisa juga ke tempat ini dengan menggunakan kendaraan pribadi, silahkan liat Peta ini.

Yang harus di perhatikan dalam berbelanja di FO tidak semua FO di Marques Aveneu ini Bebas Pajak, anda masih kena pajak 19%, tapi ada beberapa toko yang memang tax free, walaupun barang tersebut masih kena pajak, tetapi masih lebih murah 30-50% dari harga di toko di Paris. Kalau Barang yang ada di La Valle Vilage hampir semuanya bebas pajak, dan juga lebih murah 50% dari harga di Paris. Jadi silahkan mencari barang bermerek dengan harga miring.




Pusat Perbelanjaan di Paris yang Menarik Dikunjungi




Paris sebagai kota mode dunia, menawarkan banyak tempat belanja, mulai dari beragam butik high-end hingga barang-barang murah meriah. Untuk Anda yang ingin menikmati kemewahan berbelanja di butik desainer kelas atas, bisa menuju Louvre-Tuileries, atau jika ingin mencari barang vintage berkualitas, Saint-Ouen Flea Market adalah pilihan yang tepat. Tentunya masih banyak destinasi belanja lainnya. Berikut ini adalah tujuh pusat perbelanjaan yang menarik untuk dikunjungi ketika berjalan-jalan di Paris, Prancis, seperti dikutip dari About.

1. Louvre-Tuileries dan Faubourg Saint-Honore
Faubourg Saint-Honore merupakan salah satu pusat mode di Paris. Tempat tersebut merupakan destinasi terbaik bagi Anda untuk menemukan berbagai rancangan busana Creme de la creme, furnitur unik, dan kosmetik dengan kualitas terbaik. Berlokasi di lingkungan Louvre-Tuileries dan hanya terletak beberapa blok dari Opera Garnier dan Paris department store di Boulevard Haussmann.

Di Saint-Honore ini Anda dapat menemukan berbagai macam brand fashion klasik kelas atas seperti Versace, Hermes, Yves Saint Laurent, dan Colette. Untuk menuju kesana, bisa melalui Metro Concorde, Tuileries (Jalur 1), dan Pyramides (Jalur 7 dan 14).
Jalan utama: Rue du Faubourg Saint-Honore, Rue Saint-Honore, Rue de la Paix, Place Vendome.

2. Paris Department Stores District - Boulevard Haussmann
Pusat perbelanjaan ini merupakan salah satu tujuan wajib bagi para turis untuk berbelanja. Di sini Anda bisa menemukan berbagai jenis barang mulai dari fashion, kuliner khas Paris, desain rumah, bahkan perhiasan. Di pusat perbelanjaan ini, Galeries Lafayette dan Printemps department store mendominasi Boulevard Haussmann dengan kemegahan asli dari Belle Epoque.

Anda bisa menempuhnya dengan Metro Havre-Caumartin (Jalur 3 atau 9), Opera (Jalur 3, 7, 8), atau RER Auber (Jalur A).
Jalan utama: Boulevard Haussmann.

3. The Marais
Bagi para pecinta seni dan kolektor barang-barang yang unik, The Marais adalah tempat yang tepat. Di sana Anda bisa menemukan beragam produk fashion yang tidak biasa, perhiasan unik dan berbagai barang antik, serta seni rupa lainnya. Cobalah belanja barang antik atau seni rupa di Place des Vosges, atau manjakan mata dengan berbelanja perhiasan di butik-butik seperti Rue des Francs-Bourgeois. Anda bisa juga menjelajahi butik-butik yang menampilkan rancangan desainer terbaru di Rosiers Rue des.

Jika tertarik ke sana, Anda bisa melalui Metro Saint-Paul (Jalur 1) atau Hotel de Ville (Jalur 1 dan 11).
Jalan utama: Rue des Francs-Bourgeois, Place des Vosges, Rue de Turenne, Rue des Rosiers.

4. Avenue Montaigne dan Avenue des Champs-Elysees
Tempat tersebut adalah pusatnya para pecinta fashion. Di tempat ini Anda akan menemukan berbagai macam rancangan desainer legendaris seperti Chanel, Louis Vuitton dan Dior di sepanjang jalannya. Selain
itu, Anda juga bisa berbelanja di toko retail favorit dunia seperti Zara. Setelah puas berbelanja, manjakan lidah Anda dengan manisnya macaroon legendaris di Laduree.

Untuk menuju kesana, bisa menempuhnya dengan Metro Alma Marceau (Jalur 9), Franklin D. Roosevelt (Jalur 1 dan 9), George V (Jalur 1), dan RER A (Charles de Gaulle Etoile-).

5. Saint-Ouen Flea Market
Bagi para penggila belanja barang berupa fashion item vintage, unik dan murah, Saint-Ouen Flea Market bisa menjadi tempat yang tepat. Terletak di ujung utara Paris, puces les adalah tempat belanja yang wajib Anda kunjungi, di sini Anda bisa mendapatkan barang vintage, mulai dari baju, sepatu, hingga lukisan antik. Jika beruntung, Anda juga bisa menemukan barang-barang branded dengan harga murah.

Untuk menuju ke sana, bisa melalui Metro Porte de Clingancourt (Jalur 4), atau Garibaldi (Jalur 13).

6. Saint-Germain-des-Pres
Di sini Anda bisa menemukan beragam kafe yang terkenal di Paris, seperti Les Deux Magots dan Café de Flore. Selain itu, tentunya Anda juga bisa berbelanja di butik-butik yang dimiliki Sonia Rykiel dan Paco Rabanne, serta department store terkenal seperti Le Bon Marche.

Jika ingin ke sana, Anda bisa menempuhnya dengan Metro Saint-Germain-des-Pres (Jalur 4), Sevres-Babylone (Jalur 10).
Jalan utama: Blvd. St-Germain, Rue St Andre-des-Arts, Rue de Sevres

7. Les Halles dan Rue de Rivoli
Les Halles adalah pusat perbelanjaan bawah tanah yang diresmikan sebagai daerah perbelanjaan utama pada abad 20. Di sana Anda akan merasa seperti di labirin. Anda akan berbelanja sambil berpetualang karena tempatnya yang terbilang luas. Begitu juga dengan Rue de Rivoli, di daerah Rue Montorgueil. Beragam butik kontemporer unik ada di sana, termasuk Barbara Bui dan karya-karya desainer muda di Paris.

Untuk sampai kesana, Anda bisa menuju Metro Chatelet-Les Halles (Jalur 4, RER A, B).
Jalan utama: Rue de Rivoli, Rue Pierre-Lescot, Rue Etienne Marcel, dan Rue de Turbigo





                   Belanja Murah di Paris

Paris yang kota mode sudah pasti identik dengan butik. Dari 4 lokasi pergelaran busana paling top dunia, konon cuma dua lokasi yang diperhitungkan para pelaku mode: Paris dan Milan (well, setidaknya begitu saya baca di novel Devil Wears Prada, versi terjemahan tentunya : )). Jadi, tak heran di Avenue des Champs-Elysées bertebaran butik perancang terkenal. Tapi Paris tidak hanya punya LV dan segala yang serba mahal di Champs-Elysées. Pada 7 Juni 2006 sore, saya menemukan barang murah di area Champs-Elysées. Persisnya di department store Monoprix. Saya masuk ke situ bukan karena niat belanja. Champs-Elysées gitu lho, yang benar saja! Saya "terpaksa", mengantar Sandy beli baju buat anaknya yang badung, Lukas. Lukas mengotori bajunya saat main di Versailles. "Gara-gara kamu nakal nih, Mama mesti keluar uang lagi buat beliin kamu baju!" begitu ia mengomeli Lukas di metro. Hihihi.
Eh, ternyata harga barang di Monoprix masih taraf menengah buat Prancis. Sweter-sweter cewek, masih adalah yang harganya 30-40 euro. Kalau ditelusuri lebih lanjut, cocok juga Monoprix dibilang tarafnya menengah ke bawah. Ada slippers dari bahan kain seharga 5 euro saja (sekitar 60 ribu perak)! Kebetulan saya pengin banget punya slippers. Tapi di Jakarta harganya berlebihan buat saya, di atas 120 ribu rupiah. Saking pengennya, di Paris jalan-jalan saya pinjam slippers Sandy yang warnanya pink keunguan. Ternyata slippersitu membawa keberuntungan. Pakai slippers, dapat slippers biru toska 5 euro di Monoprix! Hebat, kan ada barang sebegitu murah di Champs-Elysées yang elite? Ya memangslippers-nya bukan buatan Prancis, melainkan Bangladesh. Tapi kan tetap saya bisa membanggakan slippers itu dibeli di Champs-Elysées!
Yang juga barang murah di Champs-Elysées, parfum Yves Rocher. Yang kata Sandy, parfum pasaran di Paris. Bagaimana enggak murah. Eau de toilette dengan wewangian natural 100 ml, bisa didapatkan dengan harga 7,5 euro saja! Wanginya awet lagi, semprotan sekali di leher saja bisa tahan setengah hari. Kalau lagi diskon gede-gedean, 50 persennya serius! Mulai dari eau de toilette lavender (dari 18 euro jadi 9 euro), pelembap bibir, sampai lipstik dengan harga 1-2 euro saja. Dengan harga begitu, saya enggak pernah mengira Yves Rocher buka gerai di Champs-Elysées. Ya, tadinya saya pikir gerai Yves Rocher cuma ada di Gare du Nord - wajar dong parfum pasaran dijual di stasiun. Ternyata di Champs-Elysées yang megah itu juga ada, toh. Tapi enggak lantas saya kalap memborong. Yang kalap itu adik saya, yang berkunjung ke Paris hampir setahun setelahnya. Saya memang berpesan pada dia agar membawakan eau de toilette Yves Rocher yang 30 ml (dari 3 euro, tahun ini naik jadi 4 euro) dengan wangi pêche alias peach dan mûr alias apa ya, blackberry atau apa gitu. Mungkin saking kagum dengan harga murahnya, dia membawa pulang 3 eau de toilette lavender 100 ml, 2 eau de toilette orange100 ml, dan 9 eau de toilette pêche dan mûr 30 ml! Setelah dibagi-bagikan kepada tante-tante saya, di rumah masih tersisa beberapa. Maka saya pun sekarang ke kantor setiap hari pakai parfum; mana parfum yang dulu saya beli di Yves Rocher belum habis lagi.
Di luar Champs-Elysées, makin banyak barang murah. Di Montmartre, tepatnya sepanjang jalan menuju Sacré-Coeur, berdiri beberapa toko yang memasarkan baju sisa stok. Atasan macam kaus, kemeja ditaruh di rak berlabel harga 5 euro, celana jins biasanya 10 euro. Baju anak-anak 5-10 euro. Lumayan bermereklah; saya sendiri mendapatkan sepotong atasan Naf Naf seharga 6 euro. Cuma, seperti barang sisa stok lain di belahan dunia mana pun, jangan asal sambar barang sebelum diteliti. Mana tahu ada jahitan atau kancing yang lepas. Seperti juga kasus di Monoprix, mulanya saya, eh kami (saya dan Sandy) enggak berencana mampir. Berhubung saya pengin melihat pemandangan Paris dari atas Sacré-Coeur, mau enggak mau melintasi toko itu. Dan, voila, kami pun tersangkut di situ 1 jam, tergiur harga murah yang terpampang jelas dari dalam toko tanpa penghalang kaca itu.
Beli suvenir murah, pun ada tempat khusus. Tapi boro-boro nama tempatnya, letaknya saja saya lupa. Pokoknya itu toko grosir, yang jualan orang China. Suvenir macam miniatur Eiffel berharga separuh lebih murah daripada di tempat-tempat wisata. Tas selempang mini berwarna hitam dengan jahitan Eiffel berwarna kuning di depannya, harganya variatif mulai 1,5-3,5 euro. Ada juga aneka kaus, tapi karena tak berminat, saya tak mengecek harganya. Yah, itulah arena jualan barang murah yang saya tahu di Paris. Kalau mau tahu lebih lanjut, tanya Sandy, okeh!



               Wisata Kuliner di Paris


Apa yang menarik dari Paris selain belanja dan jalan-jalan? Jawabannya adalah wisata kuliner. Bagi pecinta makanan seperti saya, tinggal di Paris adalah surga tersendiri. Saya suka menghabiskan waktu sambil membaca buku atau sekedar mengerjakan tugas di Café Le Bizuth di Boulevard Saint Germain, atau mencoba Macaroons dan Crepes (penganan khas Paris) di Saint Michel. Mencoba Canard terenak sekaligus termahal yang pernah saya coba di Café George V Champs Elysee. Saya juga suka mencoba Seafood di Restaurant Leon de Bruxell di Mabillon. Jika rindu dengan makanan Asia, saya akan pergi ke Place d’Italie untuk mencoba Pho (yang rasanya mirip bakso), atau mencoba bebek dengan 5 parfums (5 rasa) di Tang Gourmet.
Berbeda dengan kebanyakan orang yang mencintai Paris karena keindahannya, saya mencintai Paris karena makanannya. Semua makanan disini terasa enak dan membuat orang ketagihan. Memang harga makanan di kota Paris cukup mahal dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya seperti Berlin atau Amsterdam. Di Paris, untuk sekali makan siang (dari menu pembuka, menu utama, hingga menu penutup) berkisar diantara 20 euro hingga 30 euro. Tetapi juga tergantung dari letak restorannya. Jika restorannya terletak di 7th arrondisement atau 16th arrondisement, bisa dijamin tidak ada restoran yang menawarkan harga makanan di bawah 10 euro karena kedua kawasan tersebut adalah kawasan terelit di Kota Paris. Jika ingin makanan yang agak lebih murah, Anda bisa berkunjungan ke Saint Michel yang terletak di 5th arrondisement, disini banyak sekali restaurant atau café yang menjual makanan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan dua kawasan tersebut. Saya jamin, Anda pasti ketagihan jika sekali mencoba makanan-makanan di bawah ini!
135422610120606372441354226130779091696135422603261834464913542261943793450311354226160401311719

  



Paris, Kota Pelajar Terbaik di Dunia


Baru baru ini, lembaga pemeringkat universitas dunia, Quacquarelli Symonds (QS) menempatkan kota Paris, ibukota Perancis sebagai kota pelajar terbaik di dunia versi 2012. Paris mengalahkan sejumlah kota-kota pelajar lainnya dari benua Eropa, Amerika, Australia dan Asia dalam memenuhi 12 kriteria penilaian yang diajukan QS. Paris meninggalkan London, Boston dan Melbourne, yang masing-masing berada di peringkat  2,3, dan 4. Indikator penilaian yang digunakan QS mengacu pada aspek-aspek seperti: keterjangkauan biaya, kualitas hidup, variasi mahasiswa, jumlah universitas berpredikat internasional dan penilaian dari segi ketenagakerjaan.
Dari aspek keterjangkauan biaya pendidikan, Paris menawarkan biaya pendidikan yang jauh lebih murah dibanding kota-kota lainnya. Sebagai ilustrasi,  para pelajar internasional di Paris cukup membayar kurang dari US$ 2,000 untuk biaya kuliah per tahunnya. Sedangkan para pelajar internasional di London menghabiskan sekitar US$ 18,000 dan US$ 40,000 bagi pelajar internasional di Boston. Meski sebenarnya semua universitas dan institut pendidikan di eropa memiliki standar, kualitas dan kurikulum pengajaran yang berkualifikasi sangat baik, tetapi hampir semua universitas dan institut pendidikan di Perancis adalah milik pemerintah dan bersubsidi penuh. Sehingga pelajar internasional mengeluarkan kocek yang lebih sedikit. Kesenjangan biaya yang sangat besar inilah yang membuat Paris unggul menempati rangking pertama dalam daftar QS.
Paris juga unggul dalam aspek lainnya. Paris dinilai sebagai kota yang cukup ramah, memiliki fasilitas umum yang sangat baik, tingkat kriminalitas yang relatif rendah, biaya hidup yang terjangkau serta proporsi variasi mahasiswa dari dalam dan luar negeri yang baik. Di samping itu, 16 universitas di Paris juga termasuk dalam daftar universitas terbaik di dunia. Dengan pilihan program pendidikan dan  lebih dari 300 jenis bidang studi, banyak dari universitas- universitas ini juga telah membuka program bahasa Inggris. Sehingga makin memudahkan akses bagi calon pelajar internasional yang berminat untuk melanjutkan studi ke Paris.Satu lagi nilai plus yang dimiliki Paris adalah kesempatan kerja yang terbuka lebar. Lulusan universitas Paris sangat diminati oleh ketenagakerjaan dalam negeri dan asing. Ijasah universitas Perancis pun telah diakui dunia dan memiliki reputasi internasional.
Bagi kalian yang tertarik untuk belajar ke Paris sambil menikmati pemandangan indah pusat kota mode nan romantis, berikut adalah hal-hal yang perlu kalian ketahui terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk belajar ke sana.
1. Sistem pendidikan di Perancis
Program pendidikan tinggi di Perancis secara garis besar dibagi menjadi tiga, yakniLicence (Bachelor), Master dan Doctorate. Gelar Bachelor dan Doctoratemembutuhkan durasi kuliah sekitar 3-4  tahun. Sedangkan untuk gelar Mastermembutuhkan kurang lebih 1-2 tahun. Sebagian besar universitas di Perancis adalah universitas negeri, namun sebagian institut pendidikan bisnis merupakan milik swasta. Biaya kuliah di institusi milik pemerintah hanya dikenakan biaya sekitar 200 Euro per tahunnya (berkisar Rp.2,5 juta). Untuk institusi pendidikan milik swasta mengenakan biaya studi yang lebih mahal bagi pelajar internasional, bisa mencapai  15,000 Euro atau sekitar Rp180 juta per tahun.
2. Aplikasi visa dan pendaftaran universitas
Pelajar internasional non Uni-eropa wajib memiki visa pelajar untuk dapat melanjutkan studi di Perancis. Aplikasi visa dapat diakses melalui konsulat Perancis atau melalui situs pemerintah Perancis, Campus France. Situs ini adalah situs yang secara khusus dikelola oleh pemerintah Perancis untuk membantu para pelajar internasional dari negara non  Uni-Eropa. Banyak informasi yang bisa didapat di situs ini baik dari syarat dan ketentuan aplikasi visa hingga panduan dalam memilih universitas dan jurusan
3. Kemampuan berbahasa Perancis
Banyak universitas di Perancis telah menawarkan sejumlah program berbasis bahasa Inggris. Namun bila kalian ingin mengambil program pendidikan berbasis bahasa Perancis, maka setidaknya kalian harus menguasai bahasa Perancis di level intermediate. Di samping itu, dengan penguasaan bahasa Perancis yang memadai dapat mendukung kehidupan sosial kalian selama belajar disana.  Informasi mengenai ketentuan tingkat kemampuan bahasa Perancis dapat dilihat di situs:www.ciep.fr
4. Biaya akomodasi
Biaya hidup di Perancis tidak berbeda jauh dengan biaya hidup di negara Eropa lainnya, tergolong mahal. Untuk itu, bagi calon pelajar internasional disarankan melakukan reservasi tempat tinggal dengan mengajukan aplikasi umum ke Cite Universitaire Internationale de Paris ( CUIP). Sebaiknya reservasi ini dilakukan satu tahun sebelum studi dilakukan. CUIP adalah asrama tempat tinggal mahasiswa internasional yang terbesar di Paris.
Meski biaya hidup di Paris termasuk mahal, namun mahasiswa di Paris mendapatkan beberapa kemudahan dalam menggunakan fasilitas kampus dan fasilitas umum. Universitas di Perancis tidak mengenakan biaya tambahan lain untuk menunjang proses perkuliahan. Jadi, para mahasiswa tidak perlu membayar lagi untuk uang buku, uang gedung ataupun uang praktikum. Selain itu dengan kartu mahasiswa, para mahasiswa mendapat manfaat potongan harga untuk biaya transportasi, biaya makan dan hiburan.
5. Izin kerja pelajar internasional
Pelajar internasional di Perancis diperbolehkan untuk bekerja part-time selama 19.5 jam per minggu dan full-time selama liburan. Calon pelajar dari negara non Uni-Eropa bisa mengajukan permohonan izin kerja secara terpisah selama visa pelajar mereka berlaku.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai seluk beluk studi di Perancis dapat dengan mengunjungi situs: www.campusfrance.org.en

http://youtu.be/f-3QQTM76Xk

3 komentar:

  1. Wah artikelnya keren..
    cuma lebih keren lagi klo di tambah gambar agar lebih menarik, ..Sambil baca artikel ini, mau tanya untuk tren kaos kaki wanita kerja saat ini seperti apa ya...
    moha makin bagus lg artikelnya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAMI SEKELUARGA TAK LUPA MENGUCAPKAN PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH S,W,T
      dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
      berikan 4 angka [7830] alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
      dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
      ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
      allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
      kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
      sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
      yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi KI JAYA WARSITO,,di no (((085-342-064-735)))
      insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 770 JUTA , wassalam.


      dijamin 100% jebol saya sudah buktikan...sendiri....







      Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!


      1"Dikejar-kejar hutang

      2"Selaluh kalah dalam bermain togel

      3"Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel


      4"Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat


      5"Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
      tapi tidak ada satupun yang berhasil..







      Solusi yang tepat jangan anda putus asah... KI JAYA WARSITO akan membantu
      anda semua dengan Angka ritual/GHOIB:
      butuh angka togel 2D ,3D, 4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
      100% jebol
      Apabila ada waktu
      silahkan Hub: KI JAYA WARSITO DI NO: [[[085-342-064-735]]]


      ANGKA RITUAL: TOTO/MAGNUM 4D/5D/6D


      ANGKA RITUAL: HONGKONG 2D/3D/4D/



      ANGKA RITUAL; KUDA LARI 2D/3D/4D/



      ANGKA RITUAL; SINGAPUR 2D/3D/4D/



      ANGKA RITUAL; TAIWAN,THAILAND



      ANGKA RITUAL: SIDNEY 2D/3D/4D/



      DAN PESUGIHAN TUYUL

      Hapus
    2. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

      KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل


      KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل


      Hapus